KONSEP DOSA dalam ISLAM
=======================
Islam meyakini bahwa setiap bayi lahir dalam keadaan suci, putih bersih
ruhaninya dan tanpa dosa. Nabi Muhammad mengatakan : setiap bayi
dilahirkan dalam keadaan fitrah. Fitrah di sini maksudnya adalah putih
bersih tanpa dosa. Jiwa yang fitrah suci, memiliki kelembutan hati
(kepekaan terhadap penderitaan orang), mengenal Tuhan nya dengan benar
(tidak mempersekutukan Nya), takut kepada Tuhan, mudah menerima kebenaran,
cenderung kepada kebaikan, menjauhi perbuatan dosa (yang mengotori
ruhaninya), dan merasa tenang hidupnya.
Kemudian sejalan dengan perjalanan umur manusia, saat bergaul dengan
manusia dan masyarakat, maka manusia sedikit demi sedikit mengotori
ruhaninya dengan perbuatan dosa. Nabi Muhammad berkata :
Sesungguhnya ketika seorang hamba melakukan dosa, maka akan muncul noda
hitam pada hatinya. Jika dia berhenti dari perbuatan tersebut, memohon
ampun pada Nya, dan bertaubat (kembali berbuat baik dan menjauhi perbuatan
dosa), maka hatinya akan kembali bercahaya. Namun jika ia kembali
mengulanginya, maka noda hitam itu akan bertambah dan bertambah sehingga
akan menutupi hatinya. Itulah yang dimaksud dengan noda hitam yang
menutupi hati yang disampaikan Allah dalam surat Muthaffifiin :
?Sekali-kali tidak, sebenarnya apa yang selalu mereka kerjakan itu telah
menutupi hati mereka.? (hadits)
Akibat dari hati (ruhani) yang telah hitam tertutupi oleh dosa itu
menyebabkan seorang itu menganggap biasa perbuatan dosa itu dan tidak
menyesalinya. Hatinya tidak tergetar lagi ketika ia melakukan suatu dosa.
Sesungguhnya setiap orang yang melakukan dosa untuk yang pertama kali maka
hatinya akan bergoncang. Fitrahnya yang masih bersih menolak perbuatan
dosa itu dan merasa bersalah. Pelajaran agama yang ia terima sejak kecil
akan membuatnya merasa berdosa dan merasa bersalah melanggar larangan
Allah. Namun setan terus datang dan menggoda dalam hatinya dan
meringan-ringankan perbuatan dosa itu sehingga dia terus-menerus melawan
suara hatinya yang masih bersih itu. Kemudian dia akan terus melakukan
dosa itu sampai suara hatinya yang masih fitrah menjadi mati, karena
hatinya telah tertutup dan menjadi hitam, sehingga dia tidak merasa
bersalah dan bersedih lagi dengan melakukan dosa itu.
Manusia pada fitrahnya adalah (cenderung kepada) kebaikan, namun setan
selalu datang dan menggoda manusia untuk berbuat dosa dan pelanggaran.
Hati yang telah hitam akan terjauhkan dari Allah. Orang itu akan
terjauhkan dari agama dan Tuhan.
Bagaimana membersihkan hati itu dari dosa?
Yang pertama manusia itu harus merasa menyesal dan minta ampun pada Allah.
Manusia itu harus diingatkan dengan baik agar ia menyadari perbuatan
salahnya, menyadari kesalahannya lalu ia mau meminta ampun pada Allah dan
bertaubat (berhenti dari perbuatan dosa). Kemudian ia harus berusaha
membersihkan noda-noda hitam itu dengan melakukan perbuatan-perbuatan baik
dan melaksanakan peribadatan-peribadatan yang disyariatkan. Maka hatinya
akan dibersihkan kembali dan menjadi cemerlang kembali. Al Qur?an :
... Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik itu menghapuskan
perbuatan-perbuatan buruk (dosa). Itulah peringatan bagi orang-orang yang
selalu mengingat (Tuhan). QS. 11:114
Peribadatan dalam Islam sesungguhnya merupakan usaha untuk memelihara
kebersihan hati itu, dan menjadikannya lembut (peka), juga membersihkannya
dari kotoran. Maka Al Qur?an menyebut sebagai Pendusta Agama, seorang
muslim yang Shalatnya tidak memberi pengaruh bagi kelembutan (kepekaan)
hatinya serta tidak menjauhkannya dari dosa-dosa besar. Ibadah shalat juga
harus bisa menimbulkan hati yang dipenuhi hikmah, karena terbukanya hikmah
Al Qur?an yang ia baca ketika shalat sebagai hasil komunikasinya dengan
Allah.
Ibadah Puasa adalah untuk membersihkan hatinya dari kotoran-kotoran dosa,
dengan berpuasa menahan lapar (dosa perut : kerakusan makanan), menahan
dosa mata (melihat yang dilarang, mengundang birahi), dosa mulut
(bergunjing : membicarakan keburukan orang, berdusta, berbicara kasar,
memaki, adu domba, fitnah), dosa telinga (mendengar semua dosa mulut dan
yang dilarang), dosa anggota badan (menyakiti orang, berkelahi dan
melangkah menuju tempat yang ramai dosa), dosa kemaluan (zina, hubungan
seks sejenis) dan dosa hati (iri, dengki, marah, dendam, bangga diri,
tidak syukur, sombong, ingin dipuja dan disanjung). Maka dikatakan ibadah
puasa yang berhasil akan bisa membersihkan hati seorang muslim ke tingkat
sebagaimana dilahirkan dari rahim ibunya (fitrah, suci), dengan bantuan
rahmat Allah pada malam Qadar.
Ibadah zakat adalah untuk membersihkan hati dari dosa tamak terhadap harta
dunia. Ibadah (hati) Syahadat adalah untuk membersihkan hati manusia dari
dosa mempersekutukan Tuhan dan menjaga fitrah manusia yang Tauhid. Ibadah
haji khusus adalah untuk menggali akar agama Islam. Mengikuti tauladan
nabi Ibrahim yang hanif (lurus).
Dosa, menurut Islam adalah perbuatan buruk yang tidak saja akan berakibat
buruk baik terhadap ruhani individu pelakunya, namun juga secara nyata
terhadap individu itu sendiri maupun terhadap masyarakat. Perbuatan dosa
dilarang karena bersifat merusak dan menghancurkan. Menyebabkan
pertengkaran antara manusia, mengkasarkan hati, menjauhkan manusia dari
Tuhan, merusak alam dan menghancurkan masyarakat.
Di dalam Islam terdapat dosa-dosa besar dan dosa-dosa kecil. Pembagian ini
disebabkan pengaruhnya dalam merusak (hati manusia dan masyarakat). Dosa
yang terbesar bagi manusia adalah dosa mempersekutukan Tuhan. Setelah itu
yang termasuk dosa-dosa besar adalah : membunuh, berzina, berjudi, mabuk
dan narkoba (khamar), mencuri, riba (bunga pinjaman uang, rentenir),
durhaka pada orang tua, liwath (hubungan homo seksual), dosa-dosa dalam 10
Perintah Tuhan (kecuali hari Sabat). Dosa-dosa kecil adalah dosa-dosa
selain dosa-dosa besar. Dosa-dosa besar lebih sukar dihapusnya disamping
dosa-dosa kecil. Al Qur?an :
Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar yang dilarang kamu mengerjakannya,
niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosa kecil) dan Kami
masukkan kamu ke tempat yang mulia (Surga). QS. 4:31
Nabi Muhammad mengatakan, kesabaran dalam menerima bencana dan ketika
sakit juga bisa menghapuskan dosa-dosa kecil.
Di akhirat, menurut Islam, kotoran hati (ruhani) akibat dosa-dosa inilah
yang akan dibakar di dalam siksa neraka (murka Nya). Sehingga setelah hati
(ruhani) nya bersih maka manusia akan masuk ke dalam surga (ridlo Nya).
Semakin hitam dan sukar dihapus kotoran hati (ruhani) maka akan semakin
lama seorang itu dalam neraka. Semakin sedikit dan semakin mudah dihapus
kotoran hati (ruhani) maka akan semakin sebentar seorang itu dalam neraka.
Dosa mempersekutukan Tuhan adalah dosa yang sangat gelap dan sukar
dihapuskan, oleh karena itu seorang akan berada dalam neraka untuk jangka
waktu yang sangat lama sehingga disebut dalam Al Qur?an sebagai kekal
(menurut hitungan waktu manusia). Al Qur?an :
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa mempersekutukan (Tuhan), dan
Dia mengampuni segala dosa selain dari dosa itu, bagi siapa yang
dikehendaki Nya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia
telah berbuat dosa yang sangat besar. QS. 4:48
Al Qur?an mengatakan bahwa setiap manusia akan memasuki neraka, kecuali
para nabi dan orang-orang pilihan (jumlahnya sangat sedikit). Setiap
muslim akan masuk ke dalam neraka untuk dicuci dosa-dosanya sesuai kadar
kekotoran ruhaninya. Namun seorang muslim masih bisa berharap ampunan
Allah setelah dosa-dosanya dicuci dalam neraka, kemudian bisa masuk ke
dalam surga. Karena mereka tidak mempersekutukan Allah. Namun seorang yang
mempersekutukan Allah, Allah tidak akan mengampuninya dan akan mengalami
siksa neraka yang sangat lama (kekal).
?Katakanlah (wahai Muhammad) : Apakah aku akan mencari Tuhan selain Allah?
Padahal Dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu. Dan tidaklah seorang membuat
dosa melainkan kemudharatannya (akibat buruknya) kembali kepada dirinya
sendiri. Dan seorang tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada
Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakan Nya kepadamu apa yang kamu
perselisihkan.? QS. 6:164
?Dan ingatlah, ketika Tuhan mu mengeluarkan keturunan Adam dari sulbi
mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka : Bukankah Aku
Tuhanmu? Mereka menjawab : Benar, bahkan kami bersaksi (fitrah Tauhid).
(Yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan :
Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang lengah (lalai) terhadap hal ini
(ke-Esa-an Allah). Agar kamu tidak mengatakan : Sesungguhnya orang-orang
tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedangkan kami adalah
keturunan sesudah mereka. Apakah Engkau akan membinasakan kami karena
perbuatan orang-orang sesat (sebelum kami)?? QS. 7:172-173
Berikut akan saya sampaikan ayat-ayat Al Qur?an dan Hadits (perkataan nabi
Muhammad) sebagai tambahan yang berhubungan dengan DOSA. Dengan demikian
pembaca bisa mengambil kesimpulannya sendiri.
-------------------------------------
Demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggaman Nya, seandainya kalian tidak
pernah melakukan dosa, maka tentunya Allah akan melenyapkan kalian.
Kemudian Allah akan mendatangkan suatu kaum yang melakukan dosa, lalu
mereka memohon ampun kepada Allah dan Allah mengampuni mereka. (hadits)
Setiap anak cucu Adam itu pernah melakukan dosa, dan sebaik-baiknya orang
yang pernah melakukan dosa adalah orang yang bertaubat. (hadits)
[taubat : menyesali perbuatan dosa, berhenti dari berbuat, memohon ampun,
menjauhi perbuatan dosa dan berusaha untuk tidak mengerjakannya kembali]
Dan orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya
diri sendiri, mereka ingat akan Allah. Lalu memohon ampun terhadap
dosa-dosa mereka. Siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain Allah?
Mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka menyadarinya.
QS. 3:135
Sesungguhnya seorang yang beriman itu melihat dosa-dosanya seakan-akan dia
sedang berada di kaki gunung. Ia takut gunung itu jatuh menimpanya.
Sedangkan seorang yang berdosa itu melihat dosa-dosanya seperti lalat yang
terbang di depan hidungnya. (hadits)
Janganlah sekali-kali kalian meremehkan dosa. Karena sesungguhnya ia bisa
semakin bertambah dan menumpuk pada seorang sehingga menghancurkannya.
(hadits)
[demikian juga masyarakat, dapat hancur oleh dosa yang telah menyebar
merata]
Semua umatku diampuni dosanya kecuali yang melakukan perbuatan maksiat
secara terang-terangan. Seorang melakukan kemaksiatan (pelanggaran
larangan Allah) pada malam hari. Dan Allah menutupinya. Namun kemudian
pagi harinya dia bercerita kepada temannya : hai Fulan, semalam aku
melakukan ini dan itu. Sebenarnya dia di malam hari telah ditutupi aibnya
oleh Tuhan nya, namunpagi harinya dia sendiri yang menyingkap tabir Allah
itu darinya. (hadits)
Salah seorang dari kalian mendekatkan diri (di dunia) kepada Allah,
sehingga Allah memberikan naungan kasih sayang kepadanya. Allah (di
akhirat) bertanya [pembicaraan rahasia] : Kemarin (di dunia) kamu
melakukan ini dan itu? Ia menjawab : ya. Lalu Allah bertanya lagi :
Kemarin kamu juga melakukan ini dan itu? Ia menjawab lagi : ya. Setelah
mendengar pengakuan jujur itu, Allah berkata : Sesungguhnya Aku telah
menutupi aibmu di dunia, maka pada hari ini Aku pun akan menutupinya
(mengampuni apa yang telah dilakukan). (hadits)
Jauhilah perbuatan-perbuatan keji yang telah dilarang Allah. Barang siapa
yang merasa sakit akibat perbuatan dosanya, hendaklah dia menutupinya
dengan tabir Allah dan bertobatlah kepada Nya. Sesungguhnya orang yang
memperlihatkan catatan perbuatan dosanya kepada kami, niscaya kami akan
menegakkan kitab Allah atas perbuatan tersebut. (hadits)
Berjanji setialah (baiat) kepadaku, untuk tidak mempersekutukan Allah
dengan sesuatupun, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak-anak
kalian, tidak datang dengan membawa kebohongan yang kalian buat-buat di
antara tangan dan kaki kalian, dan tidak berlaku durhaka terhadap sesuatu
yang makruf (baik, dianjurkan). Barang siapa yang bersedia memenuhinya,
niscaya ganjaran Allah padanya. Barang siapa melanggar perbuatan-perbuatan
itu, maka dia akan dijatuhi hukuman di dunia sebagai kafarat (penghapus
dosa) baginya. Barang siapa yang melanggar salah satunya lalu Allah
menutupinya, maka menjadi wewenang Allah. Kalau Allah berkehendak
mengampuni, maka Allah akan mengampuninya. Jika Allah berkehendak
menyiksa, maka Allah akan menyiksanya. (hadits)
Bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah hai orang-orang yang beriman, agar
kamu beruntung. QS. 30:31
Allah lebih gembira atas taubat seorang ketika ia bertaubat kepada Nya,
dari pada seorang yang kehilangan untanya di tengah padang sahara, unta
itu membawa bekal makan dan minumannya, dengan putus asa ia tertidur di
bawah sebuah pohon, ketika ia terbangun ia mendapati untanya berada di
sebelahnya, kemudian segera ia memegang kendalinya dan berkata : Ya Allah,
Engkau adalah hambaku dan aku adalah Tuhanmu. Ia salah ucap karena sangat
gembiranya. (hadits)
+ Wahai Rasul Allah, salah seorang di antara kami telah berbuat dosa
= Itu akan dicatat
+ Namun kemudian ia memohon ampun dan bertaubat dari dosanya itu
= Dosanya diampuni dan taubatnya diterima
+ Tapi ia kembali mengulangi perbuatan dosanya
= Itu akan dicatat
+ Namun kemudian ia memohon ampun dan bertaubat dari dosanya itu
= Dosanya diampuni dan taubatnya diterima
+ Tapi dia kembali melakukan dosa
= Itu akan dicatat, dan Allah tidak akan bosan sampai kalian sendiri bosan
(melakukan dosa dan bertaubat)
(hadits)
Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa (takut kepada Tuhan nya) bila
mereka ditimpa kebimbangan dari syetan, mereka ingat kepada Allah. Maka
ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahan mereka. Teman-teman
mereka (orang kafir dan durhaka) membantu syetan-syetan dalam menyesatkan
mereka, dan mereka tidak henti-hentinya (menyesatkan). QS. 7:201-202
Maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat. QS 17:25
Taubat nabi Adam :
Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri. Jika Engkau tidak
mengampuni kami dan tidak mengasihani kami, niscaya pasti kami termasuk
orang-orang yang merugi. QS 7:23
Wahai Aisyah, jika kamu melakukan dosa sekecil apapun, maka mohonlah ampun
kepada Allah. Karena sesungguhnya bertaubat dari dosa hanyalah dengan
menyesali dan memohon ampunan Nya. (hadits)
Sesungguhnya Allah kagum pada seorang yang berdoa : Tidak ada Tuhan selain
Engkau, sesungguhnya aku telah berbuat aniaya (dosa) kepada diriku
sendiri, maka ampunilah dosa-dosaku. Karena sesungguhnya tidak ada yang
bisa mengampuni dosa-dosaku selain Engkau. Allah berkata : Hamba Ku ini
mengerti bahwa dia memiliki Tuhan yang dapat mengampuni dan dapat
menghukumnya. (hadits)
Takutlah kepada Allah dimanapun kamu berada (=bertaqwa). Ikutilah
perbuatan buruk dengan perbuatan baik, niscaya dia akan bisa menghapus
dosanya (noda hitamnya). Bergaullah dengan manusia dengan akhlaq
(perilaku) yang baik. (hadits)
Bagaimana pendapat kalian apabila ada sebuah sungai mengalir di depan
rumah kalian, dan kalian mandi di sungai itu sebanyak lima kali sehari,
apakah masih ada kotoran padanya? Para sahabat nabi menjawab : Tidak
sedikitpun tersisa kotoran. Kemudian nabi berkata : itulah perumpamaan
shalat lima waktu. Allah menghapuskan dosa-dosa kesalahan dengannya.
(hadits)
Seorang bersumpah : Demi Allah, Allah tidak akan mengampuni dosa si Fulan.
Allah berkata : Siapa itu yang berani bersumpah atas nama Ku bahwa Aku
tidak akan mengampuni dosa si Fulan? Sesungguhnya Aku telah mengampuni
dosa si Fulan. Maka hapuslah amalanmu karena ucapanmu itu (bersumpah
tadi). (hadits)
Neraka dihiasi oleh hal-hal yang menyenangkan (syahwat), sedangkan Syurga
dihiasi oleh hal-hal yang tidak menyenangkan. (hadits)
Wallahu a?lam (hanya Allah yang tahu pasti)
Semoga kita diberikan kebijaksanaan..
Like this:
Be the first to like this page.
bagus makasi