Menulis Dikejaran Waktu

Pulang kuliah, pulang kerja, dan pulang dari seabrek aktivitas lainnya, ternyata walaupun memang melelahkan pikiran namun hebatnya tetap saja masih mengingatkanku akan PR dari Bang Jonru untuk menantang ikut mengirimkan tulisan di “ Cara Dahsyat Menjadi Penulis Hebat”. Ketika itu dalam pikiranku memang terbesit setelah melihat searching di dunia maya bahwa penulis lepas ingin mengadakan lomba, dalam hati saya berkata ‘wah harus dicoba dan harus ikut untuk ambil bagian nih di dalamnya’. Dan inilah sebagai imbalannya saya teringat terus walaupun masih dalam angan-angan kala itu untuk segera meneruskan tulisan “Menulis Dikejaran Waktu” ini.

Judul ini saya pilih, karena memang mental saya berada dalam kondisi seperti itu, saya sepertinya sudah akan menyerah untuk memulai tulisan ini, namun e-book kiriman Bang Jonru “ Cara Dahsyat Menjadi Penulis Hebat”,

mengingatkan saya apalagi kala itu saya belum secara penuh membacanya, saya baru sebatas mendownload saja. Saya hanya berpikir suatu saat akan membacanya. Tak disangka ternyata setelah hari hampir deadline pikiran saya kembali teringat bahwa ada lomba di penulislepas.com, apalagi email saya juga terus dikirimi motivasi-motivasi dari bang jonru. Akhirnya di limit waktu yang hanya tinggal setengah malam batas akhir pengiriman tersebut, saya sepertinya menemukan suatu kalimat dalam buku itu, yang mewajibkan saya untuk segera ambil “take and action” dalam kiriman tulisan ini. Tulisan yang menginspirasi saya tersebut berisi “Masa depan kita tergantung dari apapapun yang kita alami saat ini” spontan saya setelah membaca tulisan tersebut dan juga membaca habis potongan e-book tersebut saya berpikir ‘wah masih ada sisa waktu ini’ walaupun hanya semalam saya tetap harus menyelesaikan tulisan ini, dan kemudian saya hanya menulis dan menulis kalimat ini sesuai dengan apa yang ada dalam pikiran saya.

Saya kemudian berpikiran sebatas waktu ini saya masih menjadi penulis amatiran saja, memang di suatu waktu saya memiliki minat dalam hal kepenulisan, namun saya belum sepenuhnya mengembangkan sesuai dalam hati saya, jujur saja saya baru menulis sebatas mencari honor saja. Tulisan –tulisan amatiran yang pernah saya buat diantaranya adalah artikel-artikel di media masa, artikel di majalah pendidikan, dan juga membantu murid-murid saya anak-anak SD mengirimkan tulisan cerita-cerita dan puisi-puisinya ke majalah anak-anak di Dinas Pendidikan. Kadang memang motivasi keuangan saya jadikan sasaran untuk memulai menulis, Ya yang pentingkan asal Halal, gitu kan ? Awal mula ketika saya menulis adalah ketika melihat tulisan teman saya di Koran , akhirnya saya tertarik mencobanya, saya tanya pada dia bagaimana caranya dan semacamnya, setelah saya dapat informasi akhirnya saya mencoba memulai mengirimkan artikel-artikel amatiran saya di media masa, memang pahit tak sejalan semulus yang di bayangkan, bila di hitung banyak tulisan saya yang di tolak, namun saya selalu bergembira bila ada tulisan saya yang dimuat, tulisan-tulisan saya yang pernah di muat adalah seperti gambar berikut ini :

Saya begitu bersyukur saat ini saya bertemu dengan Bang Jonru lewat dunia maya di http://www.penulishebat.com/ , spontan hati saya berkata”wah saya menemukan teman untuk berbagi ini, apalagi buku “Cara Dahsyat Menjadi Penulis Hebat” dalam versi ebook telah beredar dan ditawarkan dengan harga sangat terjangkau sekali hanya Rp.49.500, plus setiap bulan memperoleh diskon dari SMO. Ini memang luar biasa menurut saya. Kocekan saku saya tak akan berkurang dengan harga ini, karena saya yakin ilmu yang ada di dalamnya sangatlah lebih dari harga Rp.49.500 itu . Apalaigi Bang Jonru dengan alamat Facebook, http://www.facebook.com/penulishebat dan twitter http://www.twitter.com/penulishebat juga memberikan modul gratis dari SMO, kita juga berhak ikut kelas Free Trialnya, memang ini suatu kegiatan yang saya yakin akan lebih-lebih membantu saya untuk memacu kuda kepenulisan saya, mungkin juga untuk penulis-penulis lainnya. Saya yakin metode yang lebih di tekankan Bang Jonru lebih kepada Soft Skill akan membantu saya kedepan dalam belajar menulis secara online.

2 Tanggapan

  1. Pertanyaan saya: apa yang anda lakukan ketika memulai menulis? serius atau santai? atau keduanya? dan bagaimana?
    Terimakasih….

  2. SAYA pernah memakai kedua- duanya, kadang kalau untuk tulisan berat saya memang harus serius , satu saja semua tulisan2 saya masih amatiran semua terjadi tanpa struktur gramatikal tata bahas yang jlimet, jadi belum seperti penulis2 beneran, masih hany sekedar semaunya saja, Untuk santai kadang memang saat 2 ingin nulis aj langsung saya tulis seperti puisi di atas dan ” menulis di kejaran waktu itu semua hanya berdasar karena saya ingin nulis yang kayak itu aj, jdinya ya seperti itu ? ” guru berintrepreuner” itu contoh saya yang harus nulis dengan benar benar berpikir. ok2 hanaya itu yang saya lakukan sampai sekarang ini. Tulislah apa yang anda mau. salam sukses di sana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: