8 Kesalahan Guru dalam Menggunakan Facebook

Siapa orang saat ini yang tidak kenal alias “Gandrung” dengan dunia Facebook.  Facebook memang sudah lama sebenarnya menghiasi model gaya sosial orang-orang dalam berjejaring di dunia ini.Tak luput pula bila segala segmen kehidupan ini telah terobsesi oleh fenomena facebook yang satu ini, mulai dari pergaulan sehari-hari, pola interaksi, bahkan dalam dunia pendidikan yang sangat kental dengan kultur budaya dan moral yang kuatpun juga ternyata ikut tersentil dengan fenomena facebook. Facebook dalam perkembangannya memang memiliki 2 sisi yang sangat dominan, yaitu sisi positif dan sisi negative. Saat ini khususnya para pendidik mungkin kurang memahami akan beberapa kelebihan dan kekuarangan dari pemanfaatan situs jejaring social ini.

Fakta yang terjadi adalah banyak dianatara kita yang terhanyut dan kurang memahami betul bagaimana menagarahkan dan memfungsikan panel-panel facebook ini. Coba sebentar kita tengok bagaimana sejarahnya facebook ini dibuat oleh sang maha karya Mark Zuckerberg , mahasiswa Havard University.  Menurut pembuatnya, Mark Zuckerberg, Facebook bermula hanyalah sebagai situs jejaring social biasa saja antar mahasiswa Havard University, akan tetapi tak menyanga facebook sampai detik ini masih memegang dominasi terampuh untuk pemecah rekor situs social karena sayapnya yang sudah melebar. Tentu dari segi kondisi dilema ini seharusnya kita benar-benar tahu apa dan bagian apa seharusnya yang kita lakukan dalam berselancar dengan facebook, Ambil saja contoh nyata dalam dunia pendidikan, baik antara guru ataupun  siswa yang juga sudah terkontaminasi dengan facebook. Dilihat dari kacamata kejadian sehari-hari ternyata banyak diantara guru sebenarnya yang masih salah dalam menggunakan facebook, hal itu diantaranya adalah :

1. Menulis status yang tidak berarti ( terjadi pada banyak

guru-guru muda )

Sepertinya para kalangan ini masih mencirikan bagaikan dunia ABG, hal ini bisa dilihat dari statusnya. Tak henti-hentinya para guru muda ini menggonta ganti statusnya yang tentu ini hanya akan menyita waktu saja dan akhirnya tidak bisa focus dalam pekerjaan apalagi dalam mengajar. Satu rumus yang harus kita  ingat, Facebook adalah dunia online dengan penuh ketagihan, sekali anda melayani di sana pasti anda akan sulit untuk keluar lagi dari sana, tapi coba lihat bedanya mereka para pengusaha dalam memanfaatkan media teknologi tersebut sungguh mereka begitu terarah dan bermanfaat, bagaimana memanfaatkan untuk mengejar segmen market, jejaring bisnis, dan lain-lainnya, seandainya saja para guru muda ini bisa memanfaatkan secara sinergi kekuatan facebook ini dari segi-segi penyelancar educat / pendidikannya sebenarnya adalah merupakan peluang untuk membuat media pendidikan bagi siswa bersama dunia facebook ini, karena facebook sejatinya sudah dilengkapi dengan panel-panel educasinya, seperti panel video, note ( catatan ) bahkan semua itu bisa terarah hanya dengan beberapa tag saja maka dalam hitungan seperberapa detik sudah sampai ditangan user lain, jadi tak ada salahnya bila para guru ini tak hanya sekedar cuap-cuap saja di dunia online, selain menurunkan citra seorang pendidik, kita juga menjadi hanya sekedar seseorang yang tidak ada bedanya antara guru dan bukan guru bahkan tak lebih jeleknya sama seperti para siswa yang menulis status, yang sebenarnya tak penting dan tak perlu ditulis.

2.Memiliki / menggunakan profil yang begitu terbuka

Berkaiatan tentang masalah privasi ini , banyak di antara kita yang sering lupa bahwa Facebook adalah merupakan suatu hal yang sangat pribadi, jadi kita harus juga mengusahakan keamanan privasi paswordnya, kita harus tahu dan jangan sekali-kiali memberikan pada orang lain tentang keyword facebook kita ini, apalagi kepada murid kita. Jangan gunakan nama sederhana atau kata-kata yang ada dalam kamus, bahkan meski dikombinasikan dengan angka. Alih-alih, gunakan campuran huruf besar, huruf kecil, angka dan simbol. Sebuah kata sandi paling tidak harus memiliki delapan karakter.              

3.Tak Memanfaatkan Kontrol Privasi

Seperti yang sudah dikemukakan di atas, hampir semua akses informasi dalam akun Facebook kita dapat kita batasi, hanya untuk teman, teman dari teman, atau anda sendiri. Di antara semua informasi, disarankan untuk membatasi akses kepada foto, tanggal lahir, pandangan keagamaan dan informasi keluarga. Kita dapat memilih orang-orang tertentu atau akses grup untuk item-item tertentu seperti foto, atau bahkan mengeblok orang tertentu dari akses tersebut. Lebih baik jangan meninggalkan info kontak seperti nomor ponsel dan alamat. Tentu anda tak ingin ada orang yang mengakses atau memanfaatkan informasi tersebut.

4. Membolehkan Anak-Anak / Siswa Menggunakan Facebook

Tanpa Diawasi
Facebook membatasi usia keanggotaan mulai dari 13 tahun ke atas. Namun, kadang anak-anak dibawah usia itu ada yang menggunakan. Jika kita memiliki bocah berusia muda atau remaja awal di Facebook, cara paling baik untuk mengawasi adalah menjadi teman mereka. Gunakan alamat email kita sebagai kontak akun mereka, sehingga kita dapat menerima notification (pemberitahuan) dan memonitor aktivitas mereka. “Apa yang mereka pikir hal biasa dapat benar-benar sangat serius,” ujar agen khusus pengawas pada Pusat Keluhan Kriminal Internet, Charles Pavelites. Sebagai contoh, seorang anak yang menulis “Ibu akan pulang segera, Aku perlu menyiapkan makanan,” setiap hari secara rutin akan memberi tahu publik jadwal rutin orang tua datang dan pergi serta kapan si anak sendirian di rumah. Bukan tak mungkin itu dimanfaatkan oleh orang berniat jahat. sumber: http://www.republika.co.id/berita/trendtek/aplikasi/10/05/14/115643-hindari-lakukan-7-hal-di-facebook-mulai-sekarang

5. Kurang Beretika Dalam Berkomentar

Kemampuan untuk mengomentari suatu artikel blog / situs sebenarnya merupakan satu aspek yang membuat situs atau diskusi  menjadi sangat menarik dan terkesan lebih hidup. kemampuan berkomentar juga memerlukan suatu keahlian selain kita dituntut untuk mengasah kemampuan kita dalam menulis. Namun dalam media komentar ini kita juga harus memegang beberapa etika diantaranya tidak menyinggung penulis lain, ataupun membuat hal-hal yang tidak-tidak, tahu kan ada beberapa kasus masuk di meja hijau dan tangkapan Bapak Polisi hanya gara-gara status dan komentar di situs / web yang tidak beretika, jadi dalam hal ini kedewasaan memang memegang peranan penting dalam pergaulan online.

6.Belum memfungsikan sebagai media transver ilmu

pengetahuan

Para kalangan guru, khususnya guru muda sebenarnya sudah tahu akan hal ini, namun memang karena user ( siswa yang terbagi-bagi dalam banyak status social sehingga tidak semuanya punya  facebook ) maka hal ini belum bisa berlaku secara menyeluruh. Namun alih-alih yang terjadi pada sebagaian user yang sudah memiliki adalah jarang sekali / minim untuk digunakan sebagai media transver ilmu pengetahuan dengan menggunakan facebook. Banyak sebenarnya panel-panel yang bisa digunakan dalam facebook seperti tag , note, video, message, dan banyak lagi yang dapat kita atur sendiri bersama siswa kita. 

7. Membiarkan Search Engine Menemukan Kita

Kita harus tahu tentang kekutan search engine ini pada diri kita yaitu untuk membantu mencegah orang-orang asing mengakses halaman profil kita . Bila kita sudah memiliki banyak file di data base website, sebenarnya sangat mudah sekali orang-orang mengakses data kita, bila ingin mencoba, coba saja masukkan nama lengkap kita ( orang-orang terkenal ) di google atau yahoo sebagai mesin pencari dan lihat apa yang terjadi. Maka dari itu untuk pencegahannya kita bisa pergi ke bagian Search di kontrol privasi milik Facebook dan pilihlah Only Friends (Hanya Teman) untuk hasil pencarian Facebook. Pastikan pula kotak untuk public search result (hasil pencarian publik) tidak dicentang.

8. Belum memahami fungsi facebook secara utuh.

Kebaikan suatu hasil karya tentu memiliki sisi positif, dan kejelekan suatu hasil karya itu adalah suatu sisi negative, akan tetapi sisi negative selalu muncul karena kesalahan pengguna dan bukan dari product hasil karya tersebut. Jadi dalam hal ini facebook memang harus kita pahami secara benar dan menyeluruh khususnya tentang cara penggunaannya dan juga etika-etika apa saja yang harus dipegang dalam dunia facebook ini, Dengan kita tahu penggunaannya diharapkan facebook akan tidak berada di jalan yang salah karena yang menggunakan ( usernya ) adalah orang-orang yang sudah tahu arah .

( Tulisan sedang dikirimkan ke majalah Dikpora Jogja )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: