AGAR ANAK KITA SELALU MAU MENGERJAKAN PR

  Untuk tingkat SD

1. Bangun jadwal
Mengingat anak sekolah harus kembali bersekolah dan belajar pada pukul 06.30, dan ia butuh tidur selama 8-10 jam per hari. Bila waktu bersiap-siapnya sekitar 1 jam, dan perjalanan sekitar setengah jam, kemungkinan ia harus bangun pada pukul 05.00. Maka, jika ditarik kebelakang, seharusnya ia sudah lelap sekitar pukul 19.00-20.00 setiap malam.

Maka, aturlah jadwal dengan sikecil mengenai jam tidur dan jadwal kesehariannya sebelum tidur, termasuk jadwal mengerjakan PR.

Misal:
pukul 16.00 ketika ia sudah di rumah, ia boleh beristirahat. Lalu 16.30-17.30 ia boleh bermain dengan teman-temannya. Kemudian, sekitar 17.30-18.00, membersihkan diri dan bersiap mengerjakan PR. Pukul 18.00-19.00 mengerjakan PR. Pukul 19.00-19.30 makan malam dan berkumpul. Sisa waktunya bias ia gunakan bebas, bias diisi dengan membahas PR dengan Anda jika belum selesai atau hal lainnya.

Jadwal ini bias Anda sesuaikan dengan aktivitas anak dan Anda.

2. Bicara  dengan gurunya
Coba tanyakan kepada wali kelasnya mengenai jumlah jam yang dibutuhkan dan diharapkan oleh gurunya untuk sianak mengerjakan pekerjaan rumah. Tanyakan ide bagaimana memotivasi agar mau mengerjakan PR.

3. Membangun kebiasaan mengerjakan PR
Ketika Anda menemukan aturan yang tepat untuk Anda dan si anak mengenai bagaimana mengerjakan PR, konsisten lakukan hal tersebut.

Ini adalah waktu yang tepat untuk mengajak si anak membangun keseimbangan antara pekerjaan sekolah, bermain, dan aktivitas  lain. Sekolah adalah sebuah pekerjaan bagi anak SD, yang sama pentingnya dengan berteman, mengejar ketertarikan, dan menjadi dirinya sendiri. Dengan membangun kebiasaan baik menerapkan jadwal dan berdisiplin, Anda mengajarkannya pelajaran hidup yang berharga dan harapannya bias meningkatkan harmoni di dalamrumah.

 

Untuk tingkat umun/lanjutan

 

Hal pertama: yang bisa anda lakukan adalah memberi waktu dan kesempatan bagi anak untuk menceritakan harapan dan kecemasan yang sedang dipikirkan lebih dahulu. Anda bakal tahu alasan yang disampaikan anak sepertinya nyata dan masuk akal bagi dirinya sendiri..Namun sebagai orang tua anda tidak boleh larut dalam penjelasan anak.Sebaliknya dengarkan dengan penuh kasih.

Kedua:Berusahalah mencerna dari apa yang dikatakan anak ,sebagai bentuk anda mengerti tentang persoalan yang dihadapi anak.Selanjutnya ketika giliran anda berbicara berikan contoh bandingan bahwa tidak semua lulusan PT menjadi pengangguran banyak dari mereka yang sukses agar anak memiliki gambaran yang jelas. Dengan contoh bandingan tadi anak akan “ memperkuat rasionya” bahwa ada banyak lulusan PT yang sukses . Sehingga tumbuh kembali semangat belajarnya.

Ketiga : anak butuh motivasi secara berkesinambungan agar “kesadaran “tadi tidak bersifat sementara setelah kembali malas belajar.Buatlah ingatan anak menjadi lebih kuat dan permanen bahwa belajar dan memiliki prestasi akademik itu penting buat bekal di masa depan.Dengan demikian daya ingat akan keberhasilan itu lebih kuat dan menancap di benak anak.Daya ingat anak terhadap sesuatu yang dinggap penting akan membuat dirinya memiliki motovasi diri untuk berprestasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: